Software Updates

Popular Software

Jumat, 22 Oktober 2010

KARAKTER TINTA ISI ULANG PRINTER YANG BAIK


Maraknya perkembangan dunia pertintaan dewasa ini menuntut kita untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih tinta isi ulang yang tepat untuk printer kita. Pemilihan tinta isi ulang yang tepat akan berdampak positif bagi printer kita, dan sebaliknya pemilihan tinta isi ulang yang salah/tidak tepat akan berakibat fatal dan akan dapat menghilangkan asset yang kita miliki.Tentunya disini yang kita bicarakan adalah lifetime printer, kualitas cetak, serta mutu dan harga tinta isi ulang itu sen

Bermunculannya produsen-produsen tinta dadakan yang mewarnai dunia pertintaan dewasa ini harus kita waspadai, karena tidak semua produsen tinta tersebut memiliki itikad yang baik dalam memproduksi produk-produk mereka, bahkan banyak diantara mereka yang mendasari usahanya dengan sifat oportunisme, sehingga produk yang dilempar ke pasaran asal bisa laku dan produsen bisa meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Dan bila terjadi komplain, maka produsen “nakal” ini tinggal ganti merk dagang dan meluncurkan kembali produknya dengan merk baru dan kualitas yang sama demikian seterusnya (merk dagang kan sekarang murah..!), dan sekali lagi konsumen yang menjadi korban atas kejahatan produsen yang tidak bertangung jawab ini (studi kasus persaingan di dunia printhead cleaner, nantikan bahasannya..!)

Untuk membekali kewaspadaan kita terhadap tinta isi ulang yang beredar di pasaran dewasa ini, kami akan membawakan beberapa karakter atau sifat-sifat tinta yang layak untuk kita konsumsi.

Tinta isi ulang yang baik harus memiliki sifat seperti berikut :
1.Tinta isi ulang harus memiliki tingkat keasaman yang seimbang (pH balance)
Cara mengetahui tingkat keasaman sebuah tinta isi ulang tidak dapat dilakukan dengan hanya mencelupkan kertas lakmus ke dalam cairan tinta, dikarenakan indicator pada kertas lakmus akantertutupi oleh warna tinta sehingga kita tidak dapat mengukur/melihat tingkat keasaman tinta isi ulang pada kertas lakmus. Jadi kita membutuhkan sebuah pH meter digital untuk mengukur tingkat keasaman sebuah tinta isi ulang. Cara kerja pH meter digital hanya dengan mencelupkan ujung indicator pada cairan tinta, dan pada layer LCD akan nampak tingkat keasaman tinta isi ulang yang sedang kita amati. Harga pH meter digital ini bervariasi, paling murah yang bisa kita dapatkan dipasaran adalah dengan harga Rp. 350.000,-.
Bila anda kesulitan dengan cara mengukur/menguji keasaman sebuah produk tinta isi ulang, maka anda tinggal memilih produk tinta isi ulang yang telah mencantumkan pada kemasan produknya keterangan tentang pH produknya, biasanya pada kemasannya tertulis “With pH balance”.
Tingkat keasaman pada sebuah tinta isi ulang ada 3 kategori :
1. Kategori Balance
Kategori ini adalah kategori keasaman yang TERBAIK, pada kategori ini tingkat keasaman (pH) sebuah tinta isi ulang mencapai 6,5 – 7,5.
2. Kategori Basa
Kategori ini adalah kategori keasaman yang diperbolehkan, pada kategori ini tingkat keasaman (pH) sebuah tinta isi ulang mencapai 8 – 10.
3. Kategori Asam
Kategori ini adalah kategori keasaman yang TERLARANG, pada kategori ini tingkat keasaman (pH) sebuah tinta isi ulang mencapai 3,4 – 4,4.

Dampak apabila menggunakan tinta isi ulang dengan kategori asam adalah rusak/korosinya komponen-komponen mikroskopis yang berada di dalam printhead printer (penelitian tentang hal ini telah selesai kita lakukan, dengan hasil bahwa tinta yang asam dapat membuat korosi pada logam jenis stainless steel dan logam yang mutunya dibawah itu),
Dan kerugian terbesar pada kasus ini akan dialami oleh pengguna printer merk Epson, dikarenakan printhead printer Epson melekat pada printer, dan apabila terjadi kerusakan pada printhead maka dapat dipastikan printer akan tidak dapat digunakan lagi, dan terpaksa kita harus mengganti printer kita dengan printer yang baru, hal ini dikarenakan mengganti komponen printhead jatuhnya lebih mahal daripada apabila kita membeli printer yang baru.

2.Tinta isi ulang harus dilengkapi dengan Formula Anti Buntu
Mengapa harus demikian..?
Karena sebuah tinta isi ulang harus mampu bertahan dalam bentuk cair pada jangka waktu yang lama, ini dikarenakan apabila tinta tidak memiliki karakter seperti ini maka dapat dipastikan printerakan mengalami gangguan pada proses pencetakan.
Nozzle-nozzle pada printhead printer dimana aliran tinta bermuara tidak boleh tersumbat oleh apapun termasuk oleh tinta yang mengering dan menggumpal. Tinta hanya boleh mengering ketika telah sempurna keluar dari nozzle-nozzle tersebut, apabila tinta mengering sebelum keluar sempurna maka yang akan terjadi adalah mampetnya aliran tinta yang akan membuat tinta tidak bisa keluar, yang hal ini mengakibatkan hasil cetak nggaris atau bahkan tinta tidak keluar sama sekali.

3. Warna hasil cetak sebuah tinta isi ulang tidak boleh terlalu pekat.
Tinta isi ulang yang menghasilkan hasil cetak terlalu pekat bukanlah jenis tinta isi ulang yang baik, demikian juga sebaliknya tinta isi ulang yang tidak pekat juga tidak baik.
Sebuah tinta isi ulang yang baik harus mampu memberikan hasil cetak yang maksimal yaitu hasil cetak yang bisa menyerupai tampilan layar computer dan apabila memungkinkan mirip dengan obyek aslinya. Penyerupaan ini meliputi :
1. Penyerupaan Warna.
2. Penyerupaan Ketajaman Gambar.
3. Penyerupaan Intensitas Cahaya (Terang / Gelap )
4. Penyerupaan Render, dll.

Mayoritas tinta yang memiliki hasil cetak pekat tidak mampu mencapai hasil yang maksimal dalam penyerupaan warna dan penyerupaan intensitas cahaya, dan tinta yang pekat akan memiliki keunggulan hanya pada ketajaman gambar.
Sedangkan tinta yang tidak pekat tidak akan mampu memenuhi penyerupaan gambar secara menyeluruh.
Maka sebelum anda memilih sebuah tinta isi ulang anda harus benar-benar tahu hasil cetak tinta tersebut diatas beberapa jenis kertas, yang paling mewakili disini adalah jenis kertas hvs putih 80gr dan glossy paper 100gr.

Setelah selesai proses refill jangan lupa bersikan jarum suntik dengan air hangat sampai tidak ada sisa tinta dalam lubangnya agar bisa dipergunakan dikemuadian hari. Sisa tinta pada lubang jarum sunting akan mengering jika
lama tidak digunakan sehingga terjadi penyumbatan ketika akan digunakan kembali.

Jika cartridge sudah lebih dari 3 kali refill, biasanya busa tempat penampungan tinta pada cartridge sudah jenuh, oleh karena itu sebelum dilakukan proses refill busa tersebut harus diganti terlebih dahulu dengan cara membuka tutup cartridge pakai alat khusus. Dan setelah busanya diganti cartridge di tutup kembali kemudian di lem, keringkan dan lakukan proses refill seperti diatas.

ref: togaye.wordpress.com

Comments :

0 komentar to “KARAKTER TINTA ISI ULANG PRINTER YANG BAIK”

Posting Komentar